Dua Harimau Sumatera Yang Sempat Terpapar Covid

Written by Yuki on March 4, 2021 in lip with no comments.

Penularan pun terjadi sekitar seminggu setelah pemilik kucing baru kembali dari Italia Utara dan dinyatakan terinfeksi COVID-19. Kucing, baik liar maupun domestik, rentan terhadap coronavirus kucing, tetapi sampai saat ini, tidak diketahui apakah mereka dapat tertular SARS-CoV-2. Mereka juga mengonfirmasi, sejauh ini kondisi hewan-hewan di kebun binatang dalam keadaan baik.

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta, Suzi Marsitawati, memastikan, kedua satwa tersebut kini telah dinyatakan sehat meski masih dalam pemantauan atau observasi dari Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan Distamhut DKI Jakarta. Pastikan kamu menggunakan masker dan sarung tangan saat menyentuh tempat makan, mainan, atau tempat kotoran hewan peliharaan. Selain itu, Covid-19 pada hewan juga hanya bisa dipastikan melalui pemeriksaan lab PCR. Jika hewan peliharaanmu memiliki gejala-gejala tersebut, disarankan untuk menghubungi dokter hewan dan melakukan konsultasi jarak jauh.

Dua harimau positif terinfeksi covid

Menariknya, Tino dan Hari terpapar Covid-19 justru pada saat TMR sedang ditutup untuk pengunjung karena pandemi Covid-19. Beberapa peneliti telah mencoba memahami kerentanan berbagai spesies hewan terhadap virus, dan untuk menentukan bagaimana penyebarannya di antara hewan, menurut Organisasi Kesehatan Hewan Dunia yang bermarkas di Paris. Wabah coronavirus di seluruh dunia didominiasi oleh penularan dari orang ke orang, kata para ahli. Sebuah penelitian Cina baru menemukan bahwa kucing mungkin dapat saling menginfeksi, dan para ilmuwan bergegas untuk mempelajari spesies apa yang mungkin dapat terinfeksi olehnya. INDUSTRY.co.id,Jakarta – Dua harimau Sumatra yang berada di Taman Margasatwa Ragunan sempat terinfeksi COVID-19.

Dia menuturkan, sejak mengidap sejumlah gejala dan kondisi kesehatan yang menurun, kedua satwa itu segera diberikan pengobatan, di antaranya pemberian antibiotik, antihistamin, antiradang dan multivitamin setiap hari. Dalam waktu 10 – 12 hari pengobatan, lanjut dia kondisi kedua satwa berangsur membaik dan pulih. Suzi menambahkan, sejak mengidap sejumlah gejala dan kondisi kesehatan yang menurun, kedua satwa itu segera diberikan pengobatan, di antaranya pemberian antibiotik, antihistamin, antiradang, dan multivitamin setiap hari. Suzi menyebut, dalam waktu sekitar hari pengobatan, kondisi kedua satwa berangsur membaik dan pulih. Sejak mengidap sejumlah gejala dan kondisi kesehatan yang menurun, kedua satwa itu segera diberikan pengobatan, di antaranya pemberian antibiotik, antihistamin, antiradang, dan multivitamin setiap hari.

Menko Luhut mengungkapkan, mulai dibukanya kegiatan ekonomi saat PPKM bergantung pada vaksinasi dan prokes di masyarakat. Bos Batik Danar Hadi Santosa Doellah meninggal dunia Bandar Slot Online Senin malam di Sukoharjo karena berjuang terpapar COVID-19. Dalam kesempatan itu, Anies pun mengajak semua masyarakat berdoa agar bisa terbebas dari pandemi Covid-19.

Infeksi hewan jarang terjadi, dan beberapa peneliti juga diyakinkan oleh data yang dikumpulkan sejauh ini. Fakta ini, dikombinasikan dengan banyaknya orang yang terinfeksi virus tersebut saat ini, berarti bahwa pada prinsipnya, virus memiliki jutaan peluang untuk berpindah dari manusia ke hewan. Suzi memastikan kedua harimau itu masih dalam pemantauan ketat Unit Pengelola Taman Margasatwa Ragunan Distamhut Provinsi DKI Jakarta. Sejak awal pandemi covid-19, sejumlah hewan telah dilaporkan terinfeksi virus korona. Hewan-hewan yang terinfeksi Covid-19 bahkan mengalami gejala yang mirip dengan manusia. Hal tersebut juga berdasarkan informasi yang dihimpunnya dari laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat .

Suzi menyebut, dalam waktu sekitar 10 hingga 12 hari pengobatan, kondisi kedua satwa berangsur membaik dan pulih. “Dalam waktu sekitar hari pengobatan, kondisi kedua satwa berangsur membaik dan pulih,” jelasnya. “Dalam waktu sekitar hari pengobatan, kondisi kedua satwa berangsur membaik dan pulih,” ungkap Suzi. “Dalam waktu sekitar 10–12 hari pengobatan, kondisi kedua satwa berangsur membaik dan pulih,” jelasnya. Dalam waktu sekitar hari pengobatan, kondisi kedua satwa berangsur membaik dan pulih. Pada 9 Juli, salah satu harimau Sumatra bernama Tino yang berusia 9 tahun mengalami sakit dengan gejala klinis sesak nafas, bersin, keluar lendir dari hidung, dan penurunan nafsu makan.

Comments are closed.