Mengajarkan Anak Agar Mampu Mengelola Emosi

Written by Yuki on June 19, 2020 in Beberapa tips sebelum menjadi orangtua with no comments.

Beberapa nama hewan dan sumpah serapah pun keluar dari mulut Anda. Anda dapat membiasakannya dengan memberi pujian di saat anak melakukan hal baik. Jadi saat anak Anda berperilaku baik, pujilah mereka dan hargai usaha mereka, namun jangan berlebihan. Memukul tas, meneriakkan bantal, atau hanya terlibat dalam aktivitas fisik seperti berlari, berenang, atau bermain olahraga adalah beberapa kegiatan pengelolaan kemarahan yang paling efektif untuk anak-anak. Pikirkan kemungkinan dari konsekuensi yang dapat terjadi jika Anda marah. Bila dapat memperburuk keadaan, jangan lakukan hal tersebut dan bicarakan baik-baik kepada orang tersebut.

Peserta didik Nabi di kelas internasional ini terdiri 12 laki-laki dan 1 orang perempuan. Karena semangat dan kesungguhan mereka, sekaligus untuk kontinuitas pendidikan kelas inter­nasional ini, maka untuk sementara Nabi mengutus Mus’ab bin Umair sebagai tenaga pendidik yang siap dan pilihan yang tepat waktu itu. Dikatakan siap karena beliau telah mendapat pendidikan langsung dari Nabi di rumah Arqam bin Abi Arqam. Dikatakan tepat, karena Mus’ab bin Umair dianggap mempunyai kapabalitas, cakap secara fisik dan memiliki wibawa, sehingga dengan alasan tersebut, proses switch materi pengajaran /pendidikan Islam menjadi mudah. Beri pengertian Bunda mengerti keinginannya, tapi tidak menyukai kelakuannya. Hindari marah atau mengomel ketika menghadapi anak tantrum ya, Bun.

Jika rasa takut ini terus berlanjut dan berkepanjangan, mungkin buah hati bisa mengalami fobia sosial. Efek lanjutannya, buah hati Bunda bisa akan sangat manja dan amat bergantung dengan orang tua. Usia batita alias di bawah three tahun tak ayal menjadi momen Bunda untuk bisa menangkap berbagai emosi baru dari buah hati.

Jadi, penulisan buku ini adalah satu dari empat corak dan pendekatan ilmu pendidikan Islam. “Saya sudah bisa mengontrol diri, mengontrol emosi,” ujar Habib Bahar. Elizabeth Panley, Penulis The No-Cry Discipline Solution mengatakan bahwa anak-anak menggunakan perilaku agresif seperti memukul atau menendang bukan karena mereka kasar atau kejam.

Semenjak itu, kampung yang baru dibuka tersebut didatangi oleh para santri yang datang dari berbagai pelosok daerah. Pesantren yang dibangun di daerah pelosok, di luar Martapura ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi proses belajar menagajar para santri; tenang, damai, akrab dan belum terkontaminasi dengan budaya-budaya perkotaan. salah satu proyek pembaruan Muhammad Abduh ialah Universitas Al-Azhar yang sangat artodoks waktu itu. Walaupun banyak tantangan dari pihak Al-Azhar, tidak membuatnya surut, setelah wafat pembaruan dilajutkan oleh muridnya Rasyid Ridha.

Anak merasa bertanggung jawab karena terlibat dalam pembuatan hukuman tersebut, sehingga sang anak berupaya mematuhi peraturan. “Apresiasi dari orang tua bisa dengan memuji seperti ungkapan senang dan bangga itu penting, bahkan meskipun si anak gagal tetaplah apresiasi usahanya. Beri waktu untuk mengerti apa yang sering membuat anak berperilaku tantrum atau meltdown sangat membantu orangtua dalam proses pencegahan atau penanganan anak berperilaku tantrum atau meltdown semakin parah. Dengan demikian Ayah dan Bunda akan lebih mudah memahami perasaan Si Kecil. Bantu Si Kecil memahami kekurangan dan kelebihan dirinya dan ajarkan bagaimana cara meningkatkan kelebihannya serta mengatasi kekurangannya. Alasan pemicunya beragam, dari mulai merasa frustrasi karena tidak bisa melakukan sesuatu atau kesal karena harus melakukan satu hal yang diminta Ayah dan Bunda tetapi ia tidak mau.

Cara  mengkontrol emosi kepada anak

Di dunia ini tidak ada yang sempurna, untuk itu jangan pernah membanding-bandingkan dengan yang lain dalam pola asuh anak. Evaluasi adalah cara terbaik dalam menerapkan pola asuh kepada anak sehingga kita bisa evaluation apa yang semestinya baik untuk dijalankan. Sebab, pola asuh sangat menentukan karakter anak hingga mereka dewasa. Di dalam keluarga, Ayah dan Bunda harus memiliki pola asuh sama dan tidak bertolak belakang. Jangan sampai Ayah melarang sesuatu, namun Bunda memperbolehkannya ataupun sebaliknya.

Comments are closed.