Investasi Sebelum Dan Sesudah Pandemi Covid

Written by Yuki on July 23, 2020 in Mempelajari Keuangan with no comments.

Kondisi kedaruratan dan bencana masif bukanlah ruang untuk penyalahgunaan anggaran negara. Oleh sebab itu, tindakan cepat tanggap harus tetap memperhatikan asas dalam penganggaran yakni disiplin fiskal, efisiensi alokasi, dan ketetapan sasaran program. Pemerintah perlu mengarahkan anggaran pada hal-hal yang dapat mencegah penyebaran penularan pada satu sisi, tetapi menciptakan stimulus bisnis berbasis kekuatan ekonomi dalam negeri. Pendapatan negara harus mencari sumber-sumber non konvensional karena perlu relaksasi pada pendapatan pajak pertambahan nilai dan pajak lain yang terkait transaksi ekonomi. Pada kuadran berikutnya yakni kuadran Perombakan kebijakan umum , pilihan kebijakan strategis perlu direvisi kembali karena perkiraan dan proyeksi anggaran pemerintah yang telah ditentukan pada tahun sebelumnya pasti mengalami perubahan asumsi.

Sedangkan mall dan pusat perdagangan nonpangan yang selama ini tutup, akan dapat buka kembali tanggal 15 Juni 2020. Perkembangan teknologi yang semakin canggih dalam 5 tahun terakhir menumbuhkan geliat bisnis online. Apalagi pandemi Coronavirus memaksa banyak orang untuk menghindari kontak fisik secara langsung dengan menerapkan social dan bodily distancing. Bisnis on-line yang dilakukan tanpa melalui tatap muka secara langsung dianggap sebagai salah satu cara yang tepat untuk bertahan di tengah pandemi.

Dengan begitu pelaku usaha dapat mengambil keputusan untuk perusahaan dengan bijak. Saat ini perekonomian Indonesia sudah berada dalam zona resesi karena pertumbuhan negatif di kuartal II dan III tahun ini. Ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 telah mengalami kontraksi 5,32%, dan untuk kuartal III 2020 Menteri Keuangan telah memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran -2,9% hingga -1%. Meski demikian, sejak beberapa waktu lalu, pemerintah telah mengantisipasi terjadinya krisis dengan mengalokasikan dana hingga Rp 695,2 triliun untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional . Menurut Bank Dunia, program perlindungan sosial Indonesia selama pandemi tersebut berjalan efektif. Hal itu terbukti dari bantuan yang berhasil menjangkau sekitar 90% dari whole 40% kelompok masyarakat miskin Indonesia.

Jamu herbal adalah minuman sehat yang tidak semua orang bisa membuatnya sendiri, sehingga konsumen memilih untuk membeli saja. Untuk menjaga kualitas jamu, penjualan dengan sistem pre-order disarankan. Yap, kamu bisa banget nih menjual kopi literan yang dijual dalam kemasan botol kaca. Saat ini juga sudah banyak yang memulai mejual kopi literan sehingga sangat cocok untuk ide bisnis di tahun 2020.

Jika sektor riil mulai dari UMKM hingga korporasi pertumbuhannya masih terbatas, maka akan cukup sulit mencapai target tersebut. “Beberapa kemampuan dan keahlian tertentu penting untuk dimiliki tidak hanya untuk menghadapi pandemi namun untuk menghadapi perubahan dinamis di masa yang akan datang,” katanya. Selain itu, perusahaan responden juga mengidentifikasi beberapa risiko yang perlu untuk dicermati. Risiko dari faktor eksternal adalah persaingan harga, perkembangan teknologi dan dampak resesi serta risiko dari faktor inner adalah pembuatan keputusan manajerial yang tidak efektif dan kompetensi karyawan yang tidak sesuai dengan kondisi saat ini. Dia menambahkan berdasarkan hasil survei yang dilakukan Center of Innovation & Collaboration PPM Manajemen pada Desember 2020 hingga Januari tahun 2021, 29,7% responden menyatakan kesiapannya dalam menghadapi tantangan di 2021.

KOndisi terkini bisnis di saat pandemi

Produk ini dikenal dengan nama MERDEKA, yakni Minuman Herbal Kering Golden Milk dan Turmeric Latte. Selain dapat meningkatkan daya tahan tubuh, tanaman natural juga dapat memulihkan tubuh dari penyakit tertentu, termasuk Covid-19. Hal ini sudah dibuktikan penyidik senior KPK Novel Baswedan Slot Online Terpercaya Ketika dirinya dan keluarga berstatus negatif Covid-19. Minimalkan beban pada biaya gaji karyawan, insentif, listrik, air, promosi yang tidak efektif dan lain sebagainya. Selalu lakukan evaluasi pada biaya-biaya yang tidak efektif untuk meningkatkan penjualan, terutama biaya yang besar nilainya.

Banyak bisnis yang biasanya berkembang pesat saat belum pandemi menjadi merosot atau bangkrut. Deretan peluang usaha berikut ini diprediksi mampu bertahan saat pandemi berlangsung. Pandemi Virus Corona ini mengakibatkan terganggunya hampir semua industri bisnis dari berbagi sektor, kecuali bidang kesehatan, dan merubah perilaku masyarakat dunia di semua kalangan. Ini menjadi tantangan yang sangat berat untuk ke depan, dimana selain menghadapi pandemi Virus Corona, bisnis ini dihadapkan pula dengan saatnya masuk puasa dan Lebaran, serta adanya tahun ajaran baru sekolah. Jika melihat jumlah konsumen dan penjual yang meningkat bisa diperkirakan adanya peningkatan dalam transaksi bisnis online.

Kendati begitu, dalam keadaan saat ini juga memunculkan peluang dan harapan, yakni seperti yang dikatakan oleh Honorary Founder of IMA Hermawan Kartajaya, tidak semua sektor bisnis pun anjlok. Untuk produk rumah tangga yang cukup laris adalah cairan pel, desinfektan, dan deterjen. Sementara sabun cuci tangan dan pembersih tangan merupakan produk kebersihan yang paling laris saat ini. Namun, sabun mandi dan pencuci wajah, termasuk produk khusus seperti untuk bayi dan pemilik kulit sensitif, juga ikut laris. Kebijakan terbaru, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar di Ibu Kota hingga akhir Juni 2020, dan menetapkan bulan Juni ini sebagai masa transisi menuju new normal Jakarta. Dampak Covid-19 ini memang teramat sulit bagi UMKM, bahkan bisa digolongkan sebagai kejadian luar biasa yang sulit diprediksi sebelumnya.

Tabanan (bisnisbali.com) – Kalangan Bank Perkreditan Rakyat diharapkan ikut menggerakan para pelaku UMKM saat pandemi Covid-19 dengan menyalurkan kredit usaha atau pendampingan dalam memasarkan produk. Sebab, selama ini UMKM menjadi sektor usaha cukup banyak menyerap tenaga kerja termasuk korban PHK. Publikasi ”Analisa Hasil Survei Dampak Covid-19 terhadap Pelaku usaha Provinsi Sumatera Barat Edisi Juli 2020”merupakan publikasi yang berisikan infografis mengenai dampak pandemi COVID-19 terhadap pelaku usaha di Sumatera Barat. Disajikan secara ringan dengan infografis dimaksudkan untuk memberi informasi yang dapat menyasar seluruh kalangan. Ringan namun informatif adalah cara yang ditempuh untuk menyebarluaskan informasi terkini terkait indikator-indikator yang dihasilkan dari Survei Dampak Covid-19 terhadap Pelaku Usaha. Dibandingkan dengan penjualan pada Ramadan tahun lalu, kategori produk kesehatan dan kecantikan mengalami peningkatan jumlah transaksi yang paling signifikan, yakni naik sebesar 110%.

Comments are closed.