6 Ideas Keuangan Untuk Bertahan Saat Pandemi Corona

Written by Yuki on July 24, 2020 in Mempelajari Keuangan with no comments.

Ilmu ekonomi islam tidak bisa hanya berpedoman kepada Al-qur`an dan Hadist, tetapi juga harus dibuktikan lewat pendekatan ilmiah dengan metodologi. Asmuni Syukir menjelaskan, metodologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang cara-cara atau jalan yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan Bola Online dengan hasil yang efektif dan efisien. Untuk menjadikan ekonomi islam sebagai sebuah sistem, metodologi burhani sangat diperlukan, karena ilmu-ilmu barat pada umumnya digali dari realitas yang ada pada manusia, kemudian disempurnakan oleh penalaran akal dan menjadi sebuah teori-teori.

Mengamati perekonomian pribadi

Konsep rasionaliti muncul karena adanya keinginan-keinginan konsumen untuk memaksimalkan utiliti dan produsen ingin memaksimalkan keuntungan, berasaskan pada satu set constrain. Yang dimaksud constrain dalam ekonomi konvensional adalah terbatasnya sumber-sumber dan pendapatan yang dimiliki oleh manusia dan alam, akan tetapi keinginan manusia pada dasarnya tidak terbatas. UU No. 25 Tahun 1999 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah. Selain virus Corona, disrupsi manufaktur global dan tensi geopolitik juga menjadi tantangan yang juga membuat ketidakpastian ekonomi global. Sementara Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan wabah virus Corona diperkirakan menambah ketidakpastian ekonomi global tahun 2020.

Psikologi akan memfokuskan pada upaya pembangkitan kebutuhan untuk berubah agar bisa menjadi pendorong dalam proses perubahan tingkah laku yang diharapkan. Pembekalan individu dengan pengetahuan dan keterampilan yang cukup harus dilakukan agar ia mampu melaksanakan perubahan tingkah laku yang diharapkan, yang sudah beralih menjadi kebutuhan pribadi dan bukan kebutuhan yang bersifat eksternal. Dalam upaya ini harus diciptakan kesempatan bagi individu untuk memecahkan masalah berkaitan dengan adopsi tingkah laku dalam kondisi nyata. Penelitian yang dilakukan oleh Bernadette N. Setiadi , Yaumil A. Achir , Iman Santoso Sukardi dan Soesmaliyah Soewondo membuktikan bahwa usaha merubah tingkah laku manusia dapat dilakukan melalui intervensi terencana perubahan tingkah laku. Perubahan kondisi dan situasi orang tua dalam menjalankan peran dan fungsinya selaku pengasuh dan pendidik anak perlu diikuti dengan upaya menambah pengetahuan, meluaskan wawasan, dan meningkatkan keterampilan.

Hal ini disebabkan kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas industri dengan semakin canggihnya kualitas teknologi yang dimiliki akan mendorong investasi. Dengan dikuranginya campur tangan negara dalam ekonomi, birokrasi pemerintah akan lebih koheren dan rasional. Dipihak lain, birokrat tidak mudah dipenetrasi oleh kepentingan-kepentingan ekonomi dalam masyarakat. Adalah tugas negara untuk menerapkan sistemhisbah, yaitu pengecekan langsung atas ukuran dan berat, kendali mutu, dan standarisasi. Cara yang terbaik adalah dengan menyediakan barang murah di pasar, seperti yang pernah dilakukan Umar bin Khattab.

Kedua, liberalisasi pasar dengan mendorong negara-negara dunia ketiga untuk ikut serta dalam perdagangan bebas dunia agar sistem perekonomian dan keuangan mereka dapat terintegrasi dengan mudah ke dunia internasional. Ketiga, privatisasi perusahaan-perusahaan nasional melalui persuasi bahwa perusahaan negara kurang efisien sehingga mendatangkan kerugian. Celah itu digunakan agar perusahaan dapat diambil alih oleh sektor swasta dengan alasan efisiensi dan peningkatan kinerja perusahaan. Kebijakan fiskal discretionary merupakan jenis kebijakan fiskal yang digunakan pemerintah untuk menyingkapi perubahan kondisi ekonomi.

Biasanya pendidikan diberikan berdasarkan pengalaman masa lalu, yakni ketika yang menjadi orang tua masih berstatus kanak-kanak, yang menerima pendidikan dari orang tuanya. Pengalaman masa lalu ini kerap kali cukup mewarnai pola asuhan dan pendidikan anak. Akan tetapi sikap yang mampu mengantisipasi ke depan juga sangat penting, karena anak tidak akan hidup di masa lalu, tetapi menapak ke masa depan. Dengan demikian posisi pengalaman ketika menerima didikan dan asuhan orang tua di masa lalu hanyalah pantas sebagai acuan atau referensi, terutama dalam rangka mengembangkan empati agar komunikasinya bisa berjalan seperti yang diharapkan. Terapan pengalaman masa lalu ayah ibu, ketika dididik dan diasuh orang tuanya, perlu disesuaikan dengan kondisi dan situasi perkembangan jaman.

Comments are closed.